BLOG

BLOG

3 Sebab Mengapa Data Pekerjaan AS Menawarkan Kesempatan untuk Menjual Dollar

[fa icon="calendar"] August 7, 2017 at 2:00 PM / by Fullerton Markets

Kenaikan dolar setelah NFP bisa bersifat sementara, buy EUR/USD?

Faktor yang melemahnya dollar belum ada yang berubah setelah data pekerjaan AS menguat

Dolar terdorong oleh data pekerjaan AS yang lebih baik dari perkiraan. Sekarang hal ini menimbulkan pertanyaan besar apakah uptrend dolar akan terulang atau hanya kesempatan untuk menjual mata uang saat reli. Kami pikir kemungkinan terakhir lebih menyakinkan.

Kita lihat datanya dulu. Perekonomian terbesar menambahkan 209.000 pekerjaan bulan lalu, Jumat kemarin departemen tenaga kerja mengatakan perkiraan analis teratas adalah 180.000. Pertumbuhan non-farm payrolls Juni direvisi menjadi 231.000 dari 222.000 lebih tinggi dari sebelumnya. Tingkat pengangguran turun jauh menjadi 4,3% dari 4,4 persen di bulan Juni, yang menyamai penurunan 16 tahun dibulan Mei.

Keuntungan pekerjaan AS jarang terlihat dalam beberapa tahun terakhir, dan kenaikan rata-rata bulanan 185.000 tahun ini hampir sesuai dengan tingkat yang ditetapkan pada tahun 2016. Kekuatan pasar tenaga kerja telah membantu rencana pengetatan Fed dalam 8 bulan terakhir bahkan ditengah rendahnya inflasi. Bank sentral berencana untuk mengumumkan awal pembatalan program pelonggaran kuantitatifnya bulan depan, dengan kemungkinan kenaikan suku bunga lebih lanjut pada bulan Desember tergantung pada laju pertumbuhan harga. Namun, kami pikir tiga alasan yang mendorong dolar turun dalam beberapa bulan terakhir sudah baik adanya, yang berarti pemulihan berkelanjutan dolar tidak direncanakan dalam waktu dekat.

 

1) Gejolak Politik AS

Pejabat di Washington semakin meragukan kemampuan memerintah Trump dalam pekerjaannya, terutama dalam kemampuan untuk membujuk. Di Capitol Hill, para petinggi terkemuka Republik mengabaikan perintah presiden untuk terus melanjutkan mengerjakan bidang kesehatan dan malah beralih mengerjakan kebijakan pajak. Data payroll yang tangguh tentu tidak bisa menolong kelemahan kebijakan Trump, semakin banyak investor mulai menyadari bahwa stimulus ekonomi utama yang dijanjikannya pada pemilu tidak akan terwujud.

 

2) Langkah kenaikan suku bunga Fed yang akan datang lebih bergantung pada pertumbuhan inflasi, bukan lapangan pekerjaan

Apa relasi antara inflasi dan pertumbuhan upah? sangat tinggi menurut data historis. Baru-baru ini, pertumbuhan upah dan inflasi relative rendah dibandingkan dengan sejarah AS. Barangkali yang tak kalah penting, angka ini menunjukkan pertumbuhan upah bahkan telah menyentuh 0,3% pada bulan Juli dengan tingkat pengangguran yang menurun, tidak cukup untuk meningkatkan inflasi terhadap target 2% Fed.

 

3) Data ekonomi AS yang membaik justru membuat ECB lebih mudah memperketat kebijakannya

Kondisi ekonomi AS tidak terlalu sulit untuk berpindah ke zona euro. Dengan kata lain, data AS yang membaik bisa memberi kesan ekonomi zona euro juga membaik, dan bisa membuat ECB menguat lebih awal dari proyeksi pasar. Ini akan menjadi support utama bagi EUR/USD. Mengingat tingginya bobot euro pada indeks dolar (di atas 55%), euro yang kuat akan membuat dolar semakin rapuh. Tingkat pengangguran zona euro turun ke level terendah dalam delapan tahun dibulan Juni, menurut data minggu lalu. Angka inflasi utamanya naik melaju tercepat sejak 2013, menggarisbawahi momentum pengumpulan ekspansi ekonomi blok tersebut. Secara keseluruhan, data terbaru mendukung pernyataan Presiden ECB Draghi baru-baru ini bahwa refleksi secara bertahap menggantikan kekuatan deflasi.

 

Petikan Kita

EUR/USD – Agak bullish. Harga bisa naik menuju 1.1860 dalam minggu ini.

 eurusd-h1-fullerton-markets-limited.png

 

USD/JPY – Agak bearish. Pasangan ini bisa jatuh menuju 110.

 usdjpy-h1-fullerton-markets-limited.png

 

XAU/USD (Emas) – Agak bullish. Kami memperkirakan harga akan mengalami beberapa rebound teknis minggu ini. Harga bisa naik ke 1264.

 xauusd-h1-fullerton-markets-limited.png

 

Berita Top Minggu Ini (GMT+8 time zone)

Selandia Baru: Keputusan Suku Bunga. Kamis, 10 Agustus, pukul 05.00

Kami memperkirakan suku bunga tidak berubah pada level 1.75% (angka sebelumnya adalah 1,75%).

A.S.: Indeks Harga Konsumen.  Jumat, 11 Agustus, pukul 20.30

Kami memperkirakan angka masuk 0.1% (angka sebelumnya adalah 0.0%).

 

 

 

Tim Riset Fullerton Markets

Mitra Komitmen Dagang Anda


Topics: Weekly Market Research, 2017


Fullerton Markets