BLOG

BLOG

5 Alasan Mengapa Fed Mengabaikan NFP dan Naik Lagi

[fa icon="calendar"] June 5, 2017 at 2:00 PM / by Fullerton Markets

Fed siap menaikkan suku bunga dalam dua minggu, long USD/JPY?

 janet-yellen-federal-reserve.jpg

Penggajian A.S dibawah-perkiraan tidak akan mengubah keputusan suku bunga Fed bulan ini

Total pekerjaan penggajian nonpertanian A.S. meningkat sebesar 138,000 di bulan Mei, jauh di bawah perkiraan ekonom sebelumnya, dan tingkat pengangguran sedikit berubah pada 4.3%, Biro Statistik Tenaga Kerja A.S. melaporkan pada hari Jumat yang lalu. Perolehan pekerjaan pada bulan Maret dan April direvisi turun sebesar 66,000 secara kolektif. Perolehan pekerjaan terdapat dibidang perawatan kesehatan dan pertambangan bulan lalu.

Angka tersebut tidak mengubah gambaran ekonomi A.S. tumbuh dengan mantap dan ditutup dengan lapangan kerja penuh. Hal ini tidak mungkin mencegah kenaikan suku bunga Fed dalam 10 hari. Ini mungkin menimbulkan keraguan mengenai prospek kebijakan di tahun yang akan datang mengingat angka inflasi yang terus berlanjut, namun tidak untuk saat ini.

 

Berikut adalah 5 alasan kenapa Fed tetap lanjut menaikkan kebijakan suku bunga sebesar 25bps dalam 10 hari:

  • Fed bukan trader harian, mereka pembuat

Dolar terjual pada saat rilis NFP A.S. yang mengecewakan, terlihat seolah-olah pasar menguliti kembali taruhan pada kenaikan suku bunga. Untuk menghadapi kenyataan, sejumlah besar pedagang di pasar FX triliun dolar ini bahkan tidak memiliki pengetahuan dasar tentang makroekonomi. Jika mereka pikir Fed akan bereaksi terhadap rilis ekonomi tunggal, akan terlalu naif. Apa yang difokuskan Fed adalah trennya. Nonfarm payrolls telah tumbuh secara konsisten dalam kisaran 100k-300k dalam beberapa tahun terakhir, dengan tingkat pengangguran yang lebih rendah.

Chart1a.png

  • Harga komoditas kemungkinan akan terus berperan terhadap inflasi A.S.

Pasar komoditas adalah yang paling volatile terutama barang-barang seperti emas dan logam. Sementara sejumlah faktor berbeda berkontribusi terhadap harga komoditas, inflasi merupakan salah satu aspek yang berdampak langsung pada harga komoditas. Setelah kebijakan baru Cina meluas, investor mulai khawatir akan tren inflasi yang akan datang. Banyak dari mereka sepertinya melupakan satu faktor kunci yang bisa mendorong inflasi lebih tinggi – yaitu melemahnya dolar. Sebagian besar harga komoditas didenominasi dalam dolar; dengan kata lain, dolar yang melemah akan mempengaruhi harga komoditas yang lebih tinggi.

Proposal ekonomi Trump, seperti pemotongan pajak, pemotongan peraturan dan pemompaan pengeluaran infrastruktur, mengangkat dolar AS setelah pemilihan karena banyak yang mengira mereka bisa membantu dalam ekonomi Amerika dengan mencoblos. Ternyata agenda Trump tertunda oleh kemunduran politik. Tidak ada tanda-tanda rencana mega-stimulus Trump akan segera direalisasikan dalam waktu dekat, kami tidak mengharapkan sebuah reli dolar yang tajam dalam waktu dekat.

  • Pengukur ketakutan - indeks VIX mendekati terendah dalam sejarah

Terlepas dari tanggapan beragam terhadap data pekerjaan AS yang dipantau secara global pada hari Jumat, dan peristiwa politik yang akan terjadi minggu ini, seperti pemilu Inggris dan kesaksian oleh mantan direktur Investigasi Federal Bureau James Comey di hadapan Komite Intelijen Senat. Ekspektasi volatilitas pasar merosot akan rendahnya historis pada hari Jumat, dengan indeks VIX CBOE ditutup pada level terendah sejak 1993 dan saham AS menyentuh harga tertinggi.

Ketidakstabilan yang terus-menerus rendah memunculkan beberapa kekhawatiran mengenai kepuasan dipasar keuangan, dan mereka bisa mendorong Fed menaikkan suku bunga untuk mencegah gelembung aset tumbuh semakin membesar.

  • Fed akan mempertimbangkan ADP penggajian nonpertanian

Sektor swasta AS menangani secara signifikan bertambahnya pekerjaan dari yang diperkirakan bulan lalu, menggarisbawahi pengetatan lanjutan dipasar tenaga kerja, menurut ADP penggajian non-pertanian minggu lalu. Pihak swasta menambahkan 253,000 pekerjaan bulan Mei, melampaui perkiraan Wall Street sebesar 180,000.

Perekrutan aktif sektor swasta menyarankan pasar tenaga kerja A.S. tetap dalam tren yang sehat. Pelambatan dipihak pejabat NFP bisa jadi karena pemerintah lambat dalam perekrutan di tengah ketidakpastian yang timbul dalam administrasi Trump.

  • Cina telah mengambil tindakan antisipasi melalui pasar mata uangnya

China mengintervensi tingkat CNH dan pasar FX pekan lalu, banyak pelaku pasar menilai tindakan PBOC akan memberi yuan lebih banyak penyangga jika IMF menaikkan suku bunga dalam dua minggu. Dalam situasi ini, PBOC mengharapkan Fed untuk melakukan kenaikan bulan ini.

 

Rapat ECB dan Pemilu Inggris akan mengatur sentiment FX minggu ini

Perkembangan politik Inggris dan pertemuan ECB adalah penggerak mata uang utama minggu ini. GBP akan lesu dan berkurang sejalan dengan setiap jajak pendapat yang dirilis menjelang pemilu Inggris hari Kamis. Jajak pendapat YouGov hari Minggu mengusulkan Perdana Menteri Inggris Theresa May akan memenangkan 14 kursi mayoritas parlemen dari partai Konservatif. Hal dasar skenario kami adalah partai Konservatif yang memerintah bisa mendapatkan 9 kursi dari mayoritas parlemen, naik dari 4 mayoritas saat ini. Secara historis, jajak pendapat ini sangat akurat. GBP/USD beresiko naik menuju 1.3000 jika hasilnya telah dikonfirmasi.

Pada zona euro, ECB banyak diharapkan akan menahan suku bunga yang ditahan pada hari Kamis namun kami mengantisipasi ECB untuk menghapus bias pelonggarannya, yang akan mendukung menguatnya EUR. Menurut kami, ECB akan mengambil referensi untuk memperkenalkan langkah-langkah stimulus lebih lanjut "jika perlu" dan menekankan risiko terhadap prospek pertumbuhan zona euro lebih seimbang daripada "miring kebawah". Ini adalah pengakuan implisit bahwa risiko deflasi tidak lagi mengancam ekonomi zona euro. ECB tidak akan memberikan rincian tentang pelambatan pembelian aset QE pada hari Kamis. Kami memperkirakan ECB akan merinci kebijakan pelambatan QE pada pertemuan bulan September. Kami mempertahankan strategi membeli dari level terendah pada  EUR/USD

 

Petikan Kita

EUR/USD – Agak bullish. Kita memperkirakan pasangan ini bergerak menuju 1.13 dalam beberapa hari mendatang karena ECB dapat menarik nada dovishnya.

 FM WMR 20170605-EURUSDDaily.png

 

USD/JPY – Agak bullish. Kita memperkirakan pasangan ini bergerak menuju 110.80

 FM WMR 20170605-USDJPYDaily.png

 

WTI/USD (WTI Crude oil) – Agak bearish.  Kita memperkirakan untuk turun 47.60 pada minggu ini.

 FM WMR 20170605-WTIUSDH4.png

 

Berita Top Minggu Ini (GMT+8 zona waktu)

Zona Euro: Pertemuan ECB. Kamis, 8 Juni, 19.45.

Kita memperkirakan ECB membiarkan suku bunga pinjaman utama tidak berubah (angka sebelumnya adalah 0%).

Inggris: Pemilu Parlemen. Kamis, 8 Jun

 

OpenAccountButton-Ba.png

 

 

Tim Riset Fullerton Markets

Mitra Komitmen Dagang Anda


Topics: Weekly Market Research, 2017


Fullerton Markets