BLOG

BLOG

Mungkin Fed Akan Tetap Sabar Pada Suku Bunganya

[fa icon="calendar"] June 17, 2019 at 5:29 PM / by Fullerton Markets

Fed mungkin mengecewakan bagi pedagang minggu ini dalam pertemuan FOMC, Jual USD/JPY?

Sangat kecil kemungkinan FOMC memangkas suku bunga pada hari Rabu nanti

Ketika terlalu banyak hal yang tidak dapat diprediksi pada satu waktu, USD/JPY harus menjadi pasangan mata uang pertama dalam pikiran Anda.

Penampilan Senin ini tampaknya menjadi suram bagi para pedagang Asia. Pertengkaran AS-Cina masih mendidih. Trump dan Ross selama akhir pekan menegaskan bahwa tidak ada resolusi yang bisa diharapkan pada saat G-20 di akhir bulan. Timur Tengah gelisah setelah Arab Saudi bergabung dengan AS dalam menyalahkan Iran karena menyerang dua tankernya - tuduhan yang ditolak Teheran. Di sisi lain, Hong Kong sedikit ricuh, dengan sebanyak 2 juta orang turun ke jalan untuk menuntut pengunduran diri Carrie Lam sehari setelah ia menangguhkan RUU ekstradisi.

Dengan latar belakang itu, prosesi keputusan dan pernyataan bank sentral minggu ini menjadi harapan terbaik aset risiko untuk berubah haluan. Bahkan setelah kabar baik Jumat di bagian depan data AS, penjualan ritel yang membaik dapat memicu kekhawatiran bahwa hasilnya mungkin mendorong The Fed untuk tetap bersabar.

Ada peluang yang sangat kecil untuk penurunan suku bunga ketika FOMC mengumumkan keputusannya pada hari Rabu, tetapi langkah di bukan Juli dianggap sekitar 85%. Itu berarti fokus semuanya akan pada komentar dan apakah Ketua Powell benar-benar siap untuk menarik pelatuk bulan depan. Selanjutnya, fokus pada minggu ini adalah keputusan dari BOJ, BOE, Bank Sentral di Indonesia, Taiwan, Norwegia dan Brasil, dan kemudian ada forum Sintra ECB.

Tahun perdagangan saat ini tampaknya akan terbentuk menuju beberapa hari penting tepat sebelum pertengahan 2019. Pertemuan G-20 di Osaka pada 28-29 Juni akan menjadi sangat penting, terutama dengan pasar sangat kuat meyakini bahwa Fed akan menurunkan suku bunga pada 31 Juli untuk pertama kalinya sejak 2008. Brexit, Italia, dan Timur Tengah juga ikut berperan. Dengan saham dan obligasi mendekati rekor tertinggi di sejumlah pasar, investor mungkin akan segera berebut untuk melakukan lindung nilai dan mengamankan diri, dan itu akan mengirimkan pengukur volatilitas tersirat kembali ke beberapa level tertinggi yang dicapai pada 2018.

Paruh kedua tahun 2019 akan menjadi tahun dengan volatilitas tinggi. Sementara volatilitas yang menguap di 1Q, kembali menderu sejak saat itu. Banyak kekhawatiran yang menjadi fokus pasar saat itu masih ada hingga saat ini dan ada juga yang baru muncul. Jika memang akan ada volatilitas baru kedepannya, mungkinkah fokus pada break-out? Atau obligasi, ketika bank sentral meningkatkan pelonggaran, atau mengecewakan sebagian yang meyakini penurunan suku bunga? Akankah saham kembali ke mode krisis, atau akankah kompleksitas FX akhirnya terbangun ketika Brexit menghantam pound lagi? Tidak ada yang dapat diprediksi untuk saat ini.

Menjelang pengumuman suku sunga FED dan Bank Indonesia, mampukah Rupiah bertahan?

Pada minggu ini, FED akan mengumumkan tingkat suku bunganya, peluang menipisnya kemungkinan pemangkasan suku bunga US kemungkinan akan semakin membuat USD lebih perkasa dalam minggu ini. 

Seperti kami ketahui bahwa minggu kemarin adalah minggu pertama setelah Lebaran, dimana masih banyak bisnis dan perusahaan yang belum kembali beroperasi penuh. Oleh karena itu minggu ini ketika hampir seluruh roda ekonomi sudah kembali berputar, diharapkan Rupiah dapat kembali menggeliat membaik. 

Akan tetapi melihat kemungkinan USD masih akan semakin perkasa, pandangan local akan melihat pengumuman suku bunga dari Bank Indonesia serta suku bunga pada penyediaan dana dan penempatan dana akan menjadi kekuatan bagi Rupiah untuk bergerak, karena dianggap sebagai indikator untuk menentukan akan semakin bergerak sejauh apa kondisi ekonomi di Indonesia.

Melihat kondisi ini, saya melihat bahwa kekuatan Rupiah untuk melawan USD hanya mungkin terjadi jika ada suatu kebijakan USD yang akhirnya membuatnya sedikit lunak, ditambah dorongan dari Bank Indonesia. 

Untuk minggu ini kami melihat IDR akan tetap berada di range area yang sama, yaitu di area flat range yang sama antara level Rp. 14,271-14,395 per Dolar AS akan menjadi area target pergerakan Rupiah dalam minggu ini.

Sumber: CNBC.com

 

Pilihan Kami

EUR/USD – Sedikit bearish

Pasangan ini akan turun menuju 1,1165 karena Fed mungkin mengisyaratkan tidak ada pemotongan suku bunga dalam 

 

USD/JPY – Sedikit bearish

Risk off dapat mendorong pasangan ini menuju 108,10 minggu ini.

 

XAU/USD (Gold) – Sedikit bearish

Kami memperkirakan harga akan turun menuju 1326 minggu ini.


 

U30USD (Dow) – Sedikit bearish.

Indeks mungkin akan lebih rendah menuju 25883 minggu ini.

 

New call-to-action

 

Tim Riset Fullerton Markets

Rekan Trading Anda Yang Setia


Topics: Weekly Market Research, 2019


Fullerton Markets