BLOG

BLOG

5 Alasan Dollar Berada di Roller Coaster

[fa icon="calendar"] October 9, 2017 at 2:30 PM / by Fullerton Markets

USD mungkin tidak memperpanjang downtrend sejak awal 2017. Sell EUR/USD?

Fed bisa bertindak lebih hawkish seperti yang diharapkan investor saat ini

Dalam "Laporan Pasar Mingguan" kami minggu lalu, kami menyebutkan "Mengapa Bull Dollar Kehilangan Tenaga" bahkan ketika Trump mengusulkan rincian rencana reformasi pajak nya. Pola perdagangan Dollar berada dalam kisaran minggu lalu. Kami tidak melihat rebound dolar yang cukup besar di kuartal terakhir tahun ini. Namun, dalam laporan ini, kami akan menjelaskan mengapa Anda sebaiknya tidak menjual dolar AS secara terus menerus, bahkan setelah jumlah penggajian yang buruk dilaporkan Jumat lalu.

Indeks dolar telah jatuh dalam tiga kuartal terakhir secara berturut-turut. Wall Street menyampaikan pepatah yang bagus: "Trend adalah teman terbaikmu". Kami pikir menerapkan peraturan ini pada dolar pada kuartal ini membawa risiko yang luar biasa, dan inilah lima alasan mengapa

 

Alasan #1: Jangan terlalu focus pada NFP. Don’t focus too much on NFP, perhatikan juga tingkat pengangguran

Lapangan pekerjaan non pertanian turun 33.000 pada bulan September, kontraksi pertama dalam tujuh tahun. Data menunjukkan penurunan tajam dalam sector layanan makanan & minuman dan beberapa industri lainnya yang pertumbuhannya dibawah tren. Hal ini terrefleksi dari  dampak Badai Irma dan Harvey. Hasil tersebut menunjukkan NFP lemah tidak mencerminkan ekonomi fundamental dan Fed tidak memiliki alasan untuk menetapkan outlook kebijakan berdasarkan angka gaji bulan ini.

Tingkat pengangguran pada bulan September turun menjadi 4,2%, tingkat terendah sejak 2001. Perlu dicermati. Dengan tingkat pengangguran yang menuju 4% dan bisa saja semakin menurun. Fed harus merespons pasar tenaga kerja AS yang "sangat ketat" dengan menaikkan suku bunga secara bertahap atau membawa resiko terhadap pemulihan ekonomi. Manajemen risiko yang bijaksana akan berdebat untuk melanjutkan penghapusan akomodasi kebijakan moneter secara bertahap, untuk meminimalkan risiko pemulihan ekonomi jangka pendek saat ini belum waktunya.

Dengan demikian, pasar akan mulai mengukur dan menetapkan jumlah harga pada hike Fed untuk 2018 dalam beberapa bulan mendatang. Hal ini membawa nilai positif pada dollar.

 

Alasan #2: Lemahnya dolar telah menguntungkan kondisi ketenagakerjaan pada sektor manufaktur AS, keuntungan perusahaan yang membaik berarti ekonomi AS lebih baik.

Abaikan tentang laporan gaji terakhir, gaji manufaktur AS telah meningkat dalam 12 bulan terakhir, berkat melemahnya dollar. Lemahnya Dolar telah meningkatkan keuntungan perusahaan manufaktur, diharapkan ekonomi AS yang lebih solid. Meningkatkan profitabilitas di perusahaan-perusahaan AS menggemakan uptrend terkini dipasar saham, yang seharusnya positif terhadap dolar AS.

 

Alasan #3: Fed bisa lebih hawkish dari perkiraan Anda, Tindakan Yellen bisa menjadi "pesan bagus"

Masa jabatan Yellen sebagai presiden Fed bisa berakhir pada Februari mendatang. Dalam beberapa pekan terakhir, Yellen terus menekankan pentingnya mengandung risiko keuangan, menunjukkan kenaikan suku bunga akan berlanjut meski data inflasi di bawah target. Seperti kita ketahui, kenaikan suku bunga akan menghambat rencana ekonomi Trump dalam dua hal penting: minat yang lebih tinggi untuk membayar dan merosotnya pasar saham.

Jangan bingung. Ini tentang ekonomi, bukan politik. Perkiraan terbaik kami adalah agenda reformasi ekonomi Trump secara bertahap akan dimulai pada 2018, termasuk usulan baru-baru ini mengenai reformasi pajak. Jika demikian, Fed akan melakukan yang terbaik untuk menanggung risiko finansial, jika tidak, gelembung akan tercipta diberbagai sektor keuangan AS.

 

Alasan #4: “ECB memainkan” posisi yang melelahkan.

Mari kita hadapi satu kenyataan; Lemahnya USD bulan sebelumnya terutama didorong oleh menguatnya euro. Kini ada sedikit investor yang yakin bahwa ECB sedang terburu-buru memperketat kebijakan moneter mereka. Banyak trader mulai menutup lebih awal posisi "long euro". Setelah EUR/USD tembus 1.20 bulan lalu, pasangan ini turun kembali dengan cepat di bawah 1,20. Reaksi harga tersebut menunjukkan bahwa tidak banyak minat dipasar untuk membeli EUR/USD saat berada diatas 1.20, sebelum Mario Draghi memperjelas linimasa tapering QE.

 

Alasan #5Pemegang saham terbesar Treasury AS mungkin terus melakukan pembelian sampai menjelang akhir tahun

Setelah yuan China stabil tahun ini, tekanan modal keluar negara diimbangi. Dua alas an yang mungkin mendorong bank sentral China untuk membeli obligasi pemerintah AS, yang setara dengan membeli dolar dalam waktu dekat. Pertama, PBOC sangat ingin mempertahankan cadangan FX-nya di level USD 3 triliun. Kedua, PBOC mungkin tidak nyaman dengan mata uangnya yang naik terlalu cepat.

 

Petikan Kita

EUR/USD – Agak bearish.

Pasangan ini bisa jatuh menuju 1.1680. CPI AS mungkin menawarkan dukungan terhadap dolar minggu ini. 

 eurusd-h1-fullerton-markets-limited.png

 

GBP/USD – Agak bearish.

Grafik H4 menunjukkan tren turun sejak pertengahan bulan lalu. Pasangan ini bisa diuji 1.3020 

 gbpusd-h4-fullerton-markets-limited.png

 

XAG/USD (Perak) – Agak bearish.

Kami memperkirakan harga akan turun menuju 16.52. 

xagusd-h4-fullerton-markets-limited-2.png

 

XAU/USD (Emas) – Agak bearish.

Kami memperkirakan harga akan jatuh ke 1268. 

 xauusd-h1-fullerton-markets-limited.png

 

Berita Top Minggu Ini (GMT+8 zona waktu)

Inggris: Manufacturing Production MoM. Selasa, 10 Oktober, pukul 4.30pm.

Kami memperkirakan angka muncil di 0.3% (amgka sebelumnya 0.2%).

AS: CPI YoY. Jumat, 13 Oktober, pukul 8.30pm.

Kami memperkirakan angka muncul di 2.1% (angka sebelumnya 1.9%) 

 

 

Fullerton Markets Research Team

Mitra Komitmen Dagang Anda


Topics: Weekly Market Research, 2017


Fullerton Markets