BLOG

BLOG

FOMC Boleh Jadi Dovish

[fa icon="calendar"] March 19, 2018 at 10:10 PM / by Fullerton Markets

Proyeksi ekonomi Fed Rabu ini mungkin tidak memberi sinyal kenaikan suku bunga yang ke 4, berpotensi short USD/JPY setelah FOMC. 

FOMC Rabu ini akan menciptakan volatilitas yang besar di semua kelas aset karena tidak hanya keputusan mengenai suku bunga yang akan diumumkan, namun juga mencakup proyeksi dan pernyataan ekonomi FOMC. Pasar telah membukukan 100% kemungkinan kenaikan seperempat poin meskipun serangkaian data ekonomi yang mendorong revisi ke bawah pada perkiraan PDB Q1 di bawah 2% dan angka penjualan ritel yang lebih lambat. Satu-satunya anugrah keselamatan adalah bahwa ekonomi AS menambahkan 313K pekerjaan bulan lalu, aktivitas layanan dan manufaktur meningkat, dan pertumbuhan IHK dipercepat YoY. 

The main focus for this week FOMC will be the monetary policy statement as well as the updated summary of economic projections. There had been speculation of a 4th rate hike for this year as FOMC voters has encourage investors to price in a 90% chance of a 100bps rate hike. However, there is a high possibility that Fed might not signal a 4th rate hike just yet due to 3 reasons: 

Fokus utama FOMC minggu ini adalah pernyataan kebijakan moneter serta ringkasan proyeksi ekonomi yang telah diperbarui. Ada spekulasi kenaikan suku bunga ke 4 tahun ini karena pemilih FOMC telah mendorong investor untuk menentukan harga pada 90% kesempatan dari kenaikan suku bunga 100bps. Akan tetapi, ada kemungkinan besar bahwa Fed bias saja tidak memberi isyarat kenaikan tingkat suku bunga ke 4 karena 3 alasan: 

  • Menaikkan suku bunga selama rapat Powel yang pertama dengan FOMC selain dari kesaksiannya sudah terlihat sebagai hawkish dan jika adanya sinyal kenaikan tingkat suku bunga ke-4 akan bisa mendatangkan reaksi yang berlebihan.
  • Mengingat kesehatan ekonomi saat ini, akan sangat bijak untuk menjaga agar harapan pasar tetap rendah sehingga dapat menilai kekuatan ekonomi di kemudian hari sebelum menjamin kenaikan yang ke-4.
  • Lonjakan kenaikan tingkat ke-4 jatuhsetelah laporan inflasi Februari dan laporan NFP yang cukup memuaskan karena memperlambat laju kenaikan suku bunga yang dapat dilakukan oleh perusahaan karena kenaikan biaya pinjaman. 

Meskipun fleksibilitas dalam tarif di mana Kanada dan Meksiko dikecualikan dan kemungkinan lebih banyak negara telah menghidupkan kembali selera risiko investor, ketidakstabilan di rumah putih dan tarif lainnya dapat menekan dolar. Rex Tillerson, yang dipecat sebagai sekretaris negara, adalah personil utama kelima yang digantikan di Gedung Putih dalam waktu singkat 2 minggu. 

Terlebih lagi, ada kabar baru yang mengatakan bahwa Presiden Trump mungkin mengenakan tarif 60 miliar untuk impor China yang menargetkan teknologi elektronik konsumen, dan sektor telekomunikasi. Ini menghidupkan kembali ketakutan akan kemungkinan perang dagang antara dua ekonomi raksasa yang akan melukai ekonomi global dan pasar. 

Potensi naiknya tarif untuk impor China, kacaunya Gedung Putih dan ditambah lagi kemungkinan bahwa kenaikan tingkat kenaikan suku bunga ke-4 tidak akan diumumkan dapat menyebabkan rally dolar menjadi berumur pendek pada hari Rabu.

 

Petikan Kita

USD/JPY – Agak bearish.

Kenaikan suku bunga pada hari Rabu telah dibanderol. Sebaliknya, pasar akan mencari sinyal tentang kenaikan suku bunga ke-4. Selanjutnya, skandal kronis Perdana Menteri Jepang di yang melibatkan penjualan tanah milik negara dapat memperkuat yen.

Picture1.png

 

GBP/USD – Agak bullish.

Pasangan ini baru saja keluar dari formasi baji jatuh. Kami memperkirakan harga akan retest level harga 1,410.

Picture2.png

 

XAU/USD (Gold) – Agak Bullish.

Kami memperkirakan harga bertahan di 1306 karena telah terbukti menjadi dukungan yang sangat kuat. FOMC Rabu ini bisa mendorong dollar kembali ke Kawasan 1320 jika dilihat sebagai dovish.

picture4.png

 

 

Tim Riset Fullerton Markets

Mitra Komitmen Dagang Anda


Topics: Weekly Market Research, 2018


Fullerton Markets