BLOG

BLOG

Breaking News: NZDUSD Jatuh Karena Ada Kemungkinan Penurunan Suku Bunga

[fa icon="calendar"] March 27, 2019 at 12:31 PM / by Fullerton Markets

RBNZ mengisyaratkan penurunan suku bunga melihat perekonomian dunia yang melambat dan pengeluaran domestik yang lebih rendah. Jual NZD/USD?

Pada pengumuman Official Cash Rate (OCR), bank sentral tetap mempertahankan suku bunga di 1,75%, tetapi kemudian menyatakan bahwa melihat kondisi yang berjalan pada saat ini maka kemungkinan terbaik dari OCR selanjutnya adalah penurunan.

Para analis terkejut dengan kondisi ini karena tidak mengharapkan bahwa bank sentral akan melunak, karena sebelumnya bank sentral mengatakan bahwa resiko masih berimbang, yang menunjukkan bahwa langkah selanjutnya masih ada kemungkinan naik atau turun meskipun diharapkan suku bunga akan meningkat.

Dalam beberapa hari terakhir NZD telah membeli lebih dari A97c, tertinggi dalam lebih dari dua tahun, tetapi setelah pengumuman Reserve Bank turun menjadi sekitar A95.8c.

Melemahnya dolar membuat barang impor lebih mahal, namun ekspor Selandia Baru menjadi relatif lebih murah keluar negeri dan Selandia Baru bisa menjadi tujuan liburan yang lebih murah bagi pengunjung dari luar negeri.

Produk-produk yang dikaitkan dengan suku bunga di masa depan juga melemah, menunjukkan suku bunga pinjaman yang ditawarkan oleh bank untuk hipotek juga bisa turun.

Kami mengharapkan bahwa pada OCR selanjutnya pada bulan Mei, penurunan akan dilaksanakan dengan kemungkinan ada lanjut penurunan di akhir tahun. 

Pada tanggal 21 Maret, Badan Statistik Selandia Baru melaporkan bahwa ekonomi tumbuh 0,6% dalam tiga bulan terakhir tahun 2018, kuartal kedua berturut-turut dari pertumbuhan yang lemah, sedangkan pertumbuhan tahunan melambat menjadi 2,3%, paling lambat sejak 2013.

Pernyataan Reserve Bank mengacu pada lemahnya ekonomi di Selandia Baru dan internasional.

Reserve Bank menyatakan bahwa prospek ekonomi global terus melemah, terutama di beberapa mitra dagang utamanya seperti Australia, Eropa dan China. Sehingga memutuskan untuk melonggarkan sikap kebijakan moneter, sehingga akan meningkatkan tekanan terhadap Dolar Selandia Baru. 

Selain itu, bank sentral juga mengatakan bahwa pada 2018, pertumbuhan pada pasar property dan investasi cukup lemah.

Melihat kondisi ini, kami menyimpulkan bahwa kondisi NZD/USD saat ini sedang menuju ke area yang lebih lemah yang tidak menutup kemungkinan terpengaruh terhadap beberapa kondisi dari negara-negara lainnya.

Melihat kondisi grafik saat ini NZD/USD kemungkinan akan menuju area 0.65, terlihat baru saja bergerak jatuh dan membuat adanya area resistance terdekat di 0.69, akan tetapi masih ada trendline yang bisa menjadi support kuat bagi NZD/USD yang kemungkinan akan sedikit menahan pelemahan dalam jangka pendek.

 

New call-to-action

 

Tim Riset Fullerton Markets

Rekan Trading Anda yang Setia


Topics: Breaking News, 2019


Fullerton Markets