BLOG

BLOG

Psikologi Tren

[fa icon="calendar"] September 29, 2017 at 12:30 PM / by Wayne Ko

Teks di sini dasarnya berasal dari buku monumental Dr Alexander Elder, "Trading For A Living".

Saya menambahkan beberapa di antaranya untuk  memberikan gambaran akan gabungan Forex yang bagus!

 Setiap harga adalah konsensus sesaat dari nilai semua pelaku pasar. Ketika banteng merasa sangat bullish, mereka membeli lebih banyak dan mendorong pasar naik. Bila beruang merasa sangat bearish, mereka menjual lebih aktif dan mendorong pasar turun.

Setiap harga mencerminkan tindakan atau kurangnya tindakan oleh para pedagang di pasar. Grafik adalah jendela dalam psikologi massa. Saat menganalisis grafik, Anda menganalisis perilaku pedagang.

Coba bertanya kepada sebagian besar pedagang mengapa harga naik, dan mungkin Anda mendapatkan jawaban ini: lebih banyak pembeli daripada penjual. Ini TIDAK  benar.   Jumlah kontrak yang dibeli dan dijual di pasar MANAPUN SELALU SAMA.

Jika Anda ingin membeli kontrak Swiss Franc, seseorang harus menjualnya kepada Anda. Jika Anda ingin menjual kontrak Yen Jepang, seseorang harus membelinya dari Anda. Ini berarti bahwa jumlah posisi panjang dan pendek dipasaran selalu sama.

Harga bergerak  naik atau turun karena perubahan dalam INTENSITAS keserakahan dan ketakutan diantara pembeli atau penjual. Saat tren naik, banteng merasa optimis dan tidak keberatan membayar sedikit tambahan. Mereka membeli tinggi karena mereka memperkirakan harga akan naik lebih tinggi lagi. Beruang merasa tegang dalam uptrend, dan mereka setuju untuk menjual hanya dengan harga lebih tinggi.

up_trend.png

Ketika banteng yang optimis dan serakah bertemu dengan beruang yang ketar-ketir dan defensif, pasarpun reli. Semakin kuat firasat mereka, relipun semakin tajam. Reli berakhir hanya ketika banyak banteng kehilangan antusiasme mereka. Saat harga turun, beruang merasa optimis dan tidak berdalih soal jualan pendek dengan harga lebih rendah.

Banteng akan  takut dan setuju untuk membeli hanya pada saat harga diskon. Selama beruang merasa seperti pemenang, mereka terus menjual dengan harga lebih rendah, dan tren turun berlanjut. Ini berakhir saat beruang mulai merasa waspada dan menolak menjual dengan harga lebih rendah.

Beberapa pedagang bertindak murni sebagai manusia yang rasional. Sebagian besar pelaku pasar bertindak berdasarkan prinsip "sama sama meniru apa yang dilihat." Gelombang ketakutan dan keserakahan menjalari banteng dan beruang. Pasar naik karena keserakahan diantara pembeli dan ketakutan diantara penjual.

Banteng biasanya suka membeli dengan harga murah. Ketika mereka berubah sangat bullish, mereka menjadi lebih peduli dengan tidak melewatkan reli dibandingkan dengan mendapatkan harga murah. Reli akan terus berlanjut selagi banteng tetap serakah untuk memenuhi permintaan penjual.

Pasar turun karena keserakahan antara beruang dan ketakutan diantara banteng. Pembeli yang cemas setuju untuk membeli hanya dibawah pasar. Selama penjual bersedia memenuhi tuntutan tersebut, penurunan tersebut terus berlanjut.

down_trend.png

Bagaimanapun juga, Anda perlu mendasari perdagangan Anda pada rencana perdagangan yang disiapkan dengan cermat dan tidak merespon secara melonjak terhadap perubahan harga. Sediakan waktu  untuk menuliskan rencana Anda. Anda perlu tahu dengan tepat dibawah kondisi apa Anda akan masuk dan keluar dari suatu perdagangan.

Jangan membuat keputusan mendadak - disinilah saat paling rentan bagi anda tersedot ke dalam kerumunan.

 

 

 

Wayne Ko

Kepala Riset dan Edukasi


Topics: Blog



Author: Wayne Ko

As Head of Research & Education in Fullerton Markets, Wayne provides thought-provoking analysis and trading ideas to thousands of clients worldwide. An established trader himself, Wayne's warm personality and passionate influence constantly draws people from all over the world to learn his simple techniques.

Wayne Ko