BLOG

BLOG

Laporan Pekerjaan AS Memperlihatkan Dolar Akan Kuat ke Depan

[fa icon="calendar"] June 4, 2018 at 5:36 PM / by Fullerton Markets

Data AS menguat meningkatkan sentimen risiko, long USD/JPY 

Data pekerjaan AS sepertinya akan membantu menguatkan dollar 

Laporan pekerjaan AS menguat disemua pengumuman, memenuhi harapan yang ditetapkan oleh tweet pra-rilis Presiden Trump dan menguatkan hal akan kenaikan suku bunga Fed bulan ini. Nonfarm payrolls naik 223k pada bulan Mei vs perkiraan 190k, tingkat pengangguran 3,8% vs sebelumnya 3,9%, rata-rata penghasilan per jam meningkat menjadi 0,3% m/m dari 0,1% bulan sebelumnya, di atas laju perkiraan laju 0,2%. 

Data pekerjaan bulan Mei akan menguatkan dolar, berkat pertumbuhan gaji non-pertanian yang lebih kuat dari perkiraan dan kenaikan rata-rata penghasilan per jam Laporan pekerjaan menunjukkan pasar tenaga kerja menguat juga meskipun tingkat suku bunga semakin naik dan kekhawatiran perang dagang. Hal ini akan meningkatkan harga Fed untuk menaikkannya sekarang dan akhir tahun depan.

 

Saham-saham Cina termasuk dalam MSCI berkuasa 

MSCI adalah compiler indeks terbesar di dunia, dengan aset sekitar $12 triliun yang dibandingkan dengan yang sama produknya. Beberapa dana yang diperdagangkan di bursa, dana pensiun internasional akan terlacak dalam indeks MSCI, untuk pertama kalinya, dengan hanya membeli dari beberapa saham A yang sudah diikutsertakan. Setelah arus keluar modal Cina terus melaju dalam beberapa tahun terakhir, inklusi yang amat penting  akan membantu mengirim miliaran dolar mengalir ke pasar A Share. MSCI sendiri mengatakan inklusi awal diharapkan menyalurkan sekitar $17 miliar dalam bentuk dana pasif yang bisa meningkat hingga $35 miliar di tahun-tahun mendatang. Pemasukan ini kurang dari volume perdagangan A share dalam satu hari, namun bisa merombak pasar modal Cina secara bertahap dan meningkatkan suasana investasi selama periode waktu tertentu. Pun, juga bisa menaikkan faktor inklusi indeks dari 5% ke inklusi penuh akan meningkatkan China A-share weightings 20 kali lipat, untuk memperhitungkan 15% Indeks Emerging Markets MSCI, dari 0,73% awal. Namun, butuh waktu 5-10 tahun untuk mewujudkannya. 

Pada kenyataannya banyak investor institusional asing masih belum terlalu akrab dengan pasar saham didaratan ini, banyak dari mereka akan mengambil pendekatan “tunggu dan lihat” untuk saat ini. Namun, beberapa karakter unik dari pasar saham daratan akan menarik jenis investor tertentu. 

Pertama, bagi para manajer yang mencari diversifikasi, saham China menawarkan peluang cukup besar. Korelasi S&P 500 dengan indeks komposit Shanghai hanya berada pada di 0,4 dalam 10 tahun terakhir, sementara korelasinya dengan saham Hong Kong hampir mencapai 0,8 pada periode ini. Ada juga banyak sektor unik di China yang membuat para investor asing kesulitan mengaksesnya di pasar lain, seperti minuman keras dan obat-obatan tradisional Cina. Kita ambil KWEICHOW MOUTAI sebagai contoh, harga sahamnya rally 130% sejak akhir 2016. 

Kedua, Pasar saham menyediakan investor yang mencari peluang alfa. Investor ritel menyumbang sekitar 85%-90% di pasar saham domestik, jauh lebih tinggi daripada sebagian besar indeks utama di dunia. Karena kurangnya pengetahuan finansial dan ekonomi yang mendalam, banyak dari kategori investor ini memilih saham melalui desas-desus, aliran berita, dan perasaan nyali, alih-alih melihat banyak hal ke dalam perusahaan dan fundamental pertumbuhan ekonomi. Misalnya, jika salah perhitungan berarti ada banyak peluang bagi investor asing untuk menghasilkan alpha, yang bertujuan untuk mengungguli indeks patokan. 

China masih memiliki PR yang harus dilakukan sebelum MSCI meningkatkan bobot sahamnya. Di bulan April, China melipat empat kali lipat kuota harian di saluran perdagangan lintas batas antara Hong Kong dan bursa daratan, yang juga dikenal sebagai program penghubung saham China. MSCI menyambut langkah itu. Kuota yang diperluas membuka jalan bagi MSCI untuk menaikkan pembobotan saham A di masa depan lebih dari 5 persen. Tetapi tetap ada beberapa pembatasan, seperti batas harian 10 persen dalam pergerakan saham yang mengurangi volatilitas perdagangan, serta batas kepemilikan asing.          

Selain itu, setiap pembelian saham dalam jumlah besar oleh investor institusi asing diwajibkan perlindungan nilai FX. Pada saat ini, tidak ada alat hedging onshore yuan yang tersedia. Karenanya, penting untuk menyelaraskan CNY dalam mata uang asing dan CNH offshore pada tingkat terdekat setiap saat, untuk mengurangi risiko FX bagi siapa yang membeli aset dalam mata uang yuan.

 

Petikan Kita

 AUD/USD – Agak bullish.

China akan menyertakan obligasi rating AA ke dalam pool agunan MLF dapat meningkatkan aktivitas domestik; berita tersebut dapat mendorong AUD/USD menuju 0.7690.

pic1-12

USD/JPY – Agak.

Kami berharap pasangan ini akan mnaik ke 110 di tengah meningkatnya sentimen risiko dan data AS yang solid.

pic2-11

XAU/USD (Emas) – Agak bearish.

Kami memperkirakan harga akan turun menuju 1286 minggu ini

pic3-11

 

 

 

Tim Riset Fullerton Markets

Mitra Komitmen Dagang Anda

 


Topics: Weekly Market Research, 2018


Fullerton Markets