BLOG

BLOG

Ditinggal Yellen Mengapa Yen Menjadi Favorit

[fa icon="calendar"] January 29, 2018 at 2:00 PM / by Fullerton Markets

Andai setelah kepergian Yellen volatilitas jadi meningkat minggu ini, sell USD/JPY?

Pelepasan Ketua Fed Janet Yellen meninggalkan kebijakan moneter A.S. yang cukup bagus, dan tugas kolega serta penggantinya, Jerome Powell tidaklah mudah, terutama bila akan mencari konsensus di antara para ekonom yang bergelar Ph.D. tidak pernah mudah Ketidakpastian kebijakan apapun dapat meningkatkan permintaan pada aset safe haven seperti emas atau yen Jepang.  

 

Warisan Yellen Masih Kuat

Hampir pasti Janet Yellen akan berakhir dengan peninggalan yang cukup kuat. Dengan pertumbuhan yang meningkat, rendahnya tingkat pengangguran, dan inflasi tidak menimbulkan ancaman, tugas untuk menarik stimulus moneter luar biasa yang mengikuti jatuhnya tahun 2008 tampaknya berjalan dengan baik. Dengan 5 kali kenaikan suku bunga dan neraca unwinding, ada hal yang bisa saja salah, namun volatilitas masih berada dalam kisaran rendah sepanjang sejarah AS dan pertumbuhan global, pasar saham dan indikator ekonomi lainnya terus berlanjut dan tidak ada tanda-tanda resesi di masa yang akan datang.

 

Tantangan Powell adalah bagaimana mengelola krisis jika ada yang datang

Fed memimpin jalan bagi bank sentral lain dengan respon cepat dan bahkan agresif terhadap krisis keuangan, termasuk program yang menyebabkan perubahan signifikan dalam neraca. Meskipun Fed juga pemimpin dalam memulai normalisasi kebijakan, ia memiliki ruang yang jauh lebih sedikit untuk melawan jika ada kemerosotan. Itu bisa menjadi tantangan terbesar yang dihadapi Powell pemimpin Fed berikutnya.

Untuk mengatasi konsekuensi kemerosotan, Fed menurunkan suku bunga sebesar 5,5% dan 5,25% dalam dua siklus pelonggaran terakhir. Dengan lambannya penghapusan kebijakan akomodasi, Fed telah menaikkan suku bunga hanya 5 kali sejak Desember 2015, pembuat kebijakan akan memiliki sedikit amunisi jika krisis berikutnya terjadi. Tampaknya kebijakan suku bunga akan mencapai batas nol lebih rendah jika terjadi lagi, mengingat penyangga tingkat historis yang menipis, menyisakan sedikit ruang untuk memudahkan pendirian kebijakan melalui perubahan suku bunga overnight. Ini akan membutuhkan penggunaan kebijakan yang tidak konvensional. Namun, Powell tampaknya menyukai kebijakan konvensional sesuai dengan pidato masa lalunya, terutama pada tahun 2012 bahwa dia secara terbuka mengkritik efek samping QE.

Ada banyak ketidakpastian seputar komposisi Dewan Gubernur karena akan ada empat kursi terbuka di tujuh anggota Dewan saat Janet Yellen pergi awal Februari nanti, termasuk posisi Wakil Ketua. Banyak dari nama-nama yang dilayangkan untuk mengisi posisi tersebut adalah pengkritik penggunaan QE di masa lalu. Kepemimpinan baru menciptakan lapisan ketidakpastian tambahan tentang bagaimana Fed bisa mengatasi penurunan berikutnya.

Juga, menjelaskan pergeseran semacam itu akan menjadi ujian bagi ketua Fed yang baru. Dimana Powell berdiri (sebagai ketua dan bukan sebagai deputi setia Yellen) seperti yang dibutuhkan untuk menjadi yang terdepan dalam menangani kenaikan inflasi, dan apa yang dilakukan para kolega barunya akan menjadi pertanyan penting, dan akan memberi banyak kekhawatiran bagi para  investor.

 

Kepergian Yellen Pada Ketidakpastian

Yellen telah menyampaikan ekspektasinya mengenai arah kebijakan, berkat "data dependant" dan "forward guidance", dengan memberi tahu pelaku pasar tentang apa kemungkinan langkah selanjutnya. Keterbukaan ini dimulai dengan pendahulunya, Ben Bernanke, tapi Yellen membawanya ke tingkat kejelasan yang lebih jelas. Inilah alasan utama dibalik rendahnya volatilitas pasar saham. Bukan untuk mengatakan itu adalah satu-satunya alasan, paling tidak dia menyingkirkan salah satu kejutan potensial yang sangat besar. Jika investor tidak bisa memperoleh apa yang mereka terima dari Yellen, saham, obligasi, investor FX akan kehilangan fondasi utama dalam membuat rekod rendahnya volatilitas.

Selain itu, Presiden Fed New York William Dudley mengundurkan diri dari jabatannya pada pertengahan 2018, beberapa bulan sebelum masa jabatannya berakhir pada Januari 2019. Presidensi Fed New York akan menjadi kunci, karena orang ini juga bertugas mengawasi pelaksanaan keputusan tersebut dalam pasar uang. Peran ini sangat penting karena Fed mulai melepaskan neraca senilai $ 4,5 triliun.

 

Petikan Kita

EUR/USD – Agak bearish.

Beberapa retracement teknis bisa terjadi setelah pada pasangan ini meningkat tajam dalam beberapa minggu terakhir. Harga bisa turun menuju 1,2290 minggu ini.

eurusd-d1-fullerton-markets-limited.png

 

USD/JPY – Agak bearish.

Ketidakpastian setelah kepergian Yellen dari Fed bisa membuat pasangan ini melemah ke 108 minggu ini.

usdjpy-d1-fullerton-markets-limited.png

 

XAU/USD (Emas) – Agak bullish.

Kami memperkirakan harga akan naik menuju 1357 minggu ini.

xauusd-d1-fullerton-markets-limited.png

 

 

 

 

 

Tim Riset Fullerton Markets

Mitra Komitmen Dagang Anda


Topics: Weekly Market Research, 2018


Fullerton Markets